Amir (Pemimpin) Hizb ut-Tahrir

Amir Hizb ut-Tahrir saat ini adalah seorang 'Alim (cendekiawan/ulama), yaitu Syekh Atha’ Abu Rasytah (nama lengkap: Syekh Abu Yasin Atha’ bin Khalil bin Ahmad bin Abdul Qadir al-Khatib Abu Rasytah). Beliau dikenal sebagai seorang ahli fikih (yuris Islam), cendekiawan, dan penulis.


Masa Kecil dan Pendidikan

Syekh Atha’ Abu Rasytah dilahirkan pada tahun 1943 di desa kecil Ra’na, kawasan Hebron, wilayah Palestina, dari keluarga Muslim yang taat. Beliau menyaksikan secara langsung penghancuran Ra’na oleh Israel pada tahun 1948 dan setelah itu pindah bersama keluarganya ke kamp pengungsi dekat Hebron.

Pendidikan dasar dan menengahnya diselesaikan di kamp pengungsi. Kemudian, beliau memperoleh sertifikat pendidikan menengah pertama pada tahun 1960 dari Sekolah Al-Hussein Bin Ali di Hebron, dan menyelesaikan sertifikat menengah umum di Sekolah Ibrahimiya di Yerusalem pada tahun 1961. Syekh Atha’ Abu Rasytah kemudian melanjutkan studi di Fakultas Teknik, Universitas Kairo, Mesir, dan lulus sebagai insinyur sipil pada tahun 1966. Setelah lulus, beliau bekerja di sejumlah negara Arab sebagai insinyur sipil dan menulis sebuah buku mengenai perhitungan kuantitas dalam konstruksi bangunan dan jalan.


Aktivisme Partai dan Kepemimpinan

Syekh Atha’ Abu Rasytah bergabung dengan Hizb ut-Tahrir pada pertengahan tahun 1950-an dan selanjutnya melaksanakan aktivisme partai di berbagai belahan dunia Arab. Beliau bekerja sangat dekat dengan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani, pendiri Hizb ut-Tahrir, dan Syekh Abdul Qadim Zallum, yang menjadi pemimpin Hizb ut-Tahrir setelah wafatnya Syekh Nabhani pada tahun 1977.

Pada tahun 1980-an, beliau adalah anggota terkemuka Hizb ut-Tahrir di Yordania dan diangkat sebagai juru bicara resmi Hizb ut-Tahrir. Syekh Atha’ Abu Rasytah memainkan peran penting di Yordania selama Perang Teluk Persia, di mana beliau menyelenggarakan konferensi pers, ceramah, dan debat di berbagai tempat umum. Beliau memimpin debat mengenai invasi Irak ke Kuwait di Masjid Yerusalem di Amman, dengan menyampaikan ceramah berjudul “Serangan Perang Salib Neo terhadap Jazirah Arab dan Teluk.” Beliau juga secara rutin ditahan oleh otoritas Yordania.

Pada tahun 1994, dalam sebuah wawancara, Syekh Atha’ Abu Rasytah menyatakan, “Penegakan Khilafah kini menjadi tuntutan umum di kalangan Muslim, yang merindukannya: seruan untuk pemerintahan Islam (Khilafah) tersebar luas di Mesir, Suriah, Turki, Pakistan, Aljazair, dan sebagainya. Sebelum Hizb ut-Tahrir memulai perjalanannya, subjek Khilafah sama sekali tidak terdengar. Namun, Partai telah berhasil membangun kepemimpinan intelektualnya, dan kini semua orang memiliki kepercayaan pada ide-idenya, dan membicarakannya: hal ini terlihat jelas dari media di seluruh dunia.”

Abu Rasytah menjadi Pemimpin Global Hizb ut-Tahrir pada tanggal 13 April 2003, menyusul wafatnya Syekh Abdul Qadim Zallum. Sejak memegang kepemimpinan, beliau telah berbicara pada konferensi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, Pakistan, dan Yaman.


Karya-karya Ilmiah

Buku-buku Keislaman

Berikut adalah daftar buku-buku keislaman yang ditulis oleh beliau:

  • Tafsir Surah al-Baqarah ‘At-Taisîr fî Ushûl at-Tafsîr’ (Kemudahan dalam Prinsip-prinsip Tafsir)
  • Dirâsât fî Ushûl al-Fiqh - Taisîr al-Wushûl ila al-Ushûl (Kajian tentang Prinsip-prinsip Fikih - Memudahkan Pencapaian Prinsip)

Buklet

Berikut adalah buklet yang beliau tulis:

  • Al-Azmah al-Iqtishâdiyyah: Haqîqatuhâ wa 'Ilâjuhâ min Wajhat an-Nazhar al-Islâmiyyah (Krisis Ekonomi, Realitas dan Solusinya dari Perspektif Islam)
  • Al-Hamlat ash-Shalîbiyyah al-Jadîdah 'alâ Jazîrat al-'Arab wa al-Khallîj (Perang Salib Baru di Jazirah Arab dan Teluk)
  • As-Siyâsah ash-Shinâ’iyyah wa Tasyîd ad-Dawlah ash-Shinâ’iyyah (Kebijakan Industri dan Industrialisasi Negara)

Buku-buku yang Diterbitkan Selama Kepemimpinannya

Selama masa kepemimpinannya, Hizb ut-Tahrir telah menerbitkan buku-buku berikut:

  • Al-Muqawwimât al-Asâsiyyah li an-Nafsiyyah al-Islâmiyyah (Unsur-unsur Esensial Kepribadian Islami)
  • Qadhâyâ Siyâsiyyah - Al-Arâdhi al-Islâmiyyah al-Muhtallah (Isu-isu Politik - Wilayah Islam yang Diduduki)
  • Idhâfât li Kitâb: Mafâhîm Islâmiyyah (Tambahan untuk Buku: Konsep-konsep Islam)
  • Asas Siyâsah at-Ta’lîm li Dawlah al-Khilâfah (Asas Kebijakan Pendidikan Negara Khilafah)
  • Mu’assasât Dawlah al-Khilâfah (Institusi-institusi Negara Khilafah)

Kepemimpinan dan Visi

Beliau senantiasa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menganugerahkan keberanian untuk menunaikan tugasnya dengan cara yang diridai oleh Allah (swt) dan Nabi-Nya (saw); beliau juga terus berdoa agar Allah (swt) menganugerahkan kepada Umat Negara Khilafah melalui tangan beliau. Tuhan kita Maha Mendengar dan akan mengabulkan doa.

Langkah yang diambil selama masa kepemimpinannya mencakup seruan hangat yang disampaikan kepada kaum Muslimin pada tanggal 28 Rajab 1426 H, bertepatan dengan 2 September 2005 M, terkait dengan peristiwa menyakitkan penghapusan Khilafah 84 tahun sebelumnya. Seruan ini dimulai di Indonesia, dan kemudian disuarakan dari pantai Samudra Pasifik di Timur hingga pantai Samudra Atlantik di Barat pada salat Jumat. Seruan ini sangat memengaruhi Umat. Selain itu, beliau secara aktif dan konsisten menyuarakan Kebenaran dalam berbagai konferensi, seminar, dan konvensi Hizb ut-Tahrir.

Masa-masa awal kepemimpinan beliau dipenuhi dengan kebaikan, dan kita berdoa kepada Allah (swt) agar Dia meningkatkan keberkahan (barakah) dalam kepemimpinan beliau. Terdapat tanda-tanda yang jelas tentang Nushrah (pertolongan/kemenangan) yang akan segera datang di bawah kepemimpinan beliau, dengan kehendak Allah (swt). Kami menatap beliau dengan penuh harap dan berdoa agar Allah (swt) menetapkan kemenangan-Nya terjadi pada masa beliau. Aamiin.


Karakter dan Gaya Kepemimpinan

Ketaatan Amir yang mulia ini patut dicontoh. Beliau sangat bersemangat (passionate) terhadap misinya dan senantiasa peduli untuk memenuhi kewajibannya dengan cara yang terbaik. Beliau telah membuktikan kemampuannya ketika memegang berbagai jabatan di administrasi Hizb dan menunaikan kewajibannya dengan sebaik mungkin. Beberapa layanan penting yang diberikan oleh beliau termasuk saat beliau menjabat sebagai Perwakilan (Representative), Mu’tamad, dan Asisten bagi Amir sebelumnya.

Inilah alasan mengapa beliau sepenuhnya menyadari tanggung jawab yang diemban sebagai Amir dan memahaminya dengan benar. Beliau memantau semua aktivitas secara aktif, sehingga para Syabab (pemuda/anggota) merasakan kehadiran beliau dalam setiap tugas yang mereka lakukan, tidak peduli seberapa kecil atau besar tugas tersebut. Dengan cara inilah beliau memanfaatkan potensi penuh dari para Syabab.